Kami pindah alamat

Kami pindah alamat

اسَلاَمُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَةُ اللَهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mulai hari ini, informasi seputar kegiatan LDII di Kota Depok telah pindah alamat ke alamat kami yang baru yaitu :

http://depok.ldii.or.id

Semoga Alloh paring aman selamat lancar dan barokah.

اَلحَمْدُ لِلَه جَزَا كُمُ اللَهُ خَيرَا

وَسَلاَمُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَةُ اللَهِ وَبَرَكَاتُهُ

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

LDII Minta Pemerintah Ajarkan Kedaulatan Laut Indonesia Sejak Dini

Jakarta (26/6). Indonesia yang mulanya berjarak dengan konflik Laut China Selatan, dan berusaha untuk netral aktif, rupanya mulai terseret pusaran konflik. Seperti yang diinformasikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastti pada (20/3) lalu, telah terjadi dugaan pelanggaran kapal penjaga pantai China di wilayah Indonesia.

 Menurut Susi, telah terjadi insiden saat kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menangkap sebuah kapal nelayan China. Kapal nelayan tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (19/3/2016). “Saat kapal patroli mengawal kapal ikan China, muncul kapal penjaga pantai China yang mengejar dan menabrak kapal ikan itu, agar rusak sehingga tak dapat ditarik,”kata Susi.

 Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, kapal nelayan dari negaranya menangkap ikan di tempat yang telah turun-temurun dikunjungi. Rupanya China melakukan pendekatan sejarah atas klaim Kepulauan Spartley di Laut China Selatan, yang saat ini menjadi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Filipina. China juga berkonflik dengan Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

 Menanggapi konflik perbatasan ini, DPP LDII sebagai ormas Islam memita kepada pemerintah, menanamkan pendidikan sejak dini kepada anak-anak mengenai kedaulatan laut Indonesia. Hal ini untuk menanamkan cinta tanah air, memahami sejarah, dan mengetahui benar batas-batas kedaulatan bangsa terutama di laut.

 Anak-anak sejak dini harus mengerti dan paham mengenai ZEE Indonesia, berdasarkan Konvensi Hukum Laut atau Hukum Perjanjian Laut PBB (UNCLOS). ZEE Indonesia membentang sejauh 200 mil laut dari Pulau Natuna berdasarkan UNCLOS. China pun sebagaimana Indonesia, telah meratifikasi UNCLOS. Namun dalam penyelesaian sengketa kedaulatan laut, China justru menggunakan pendekatan sejarah.

 LDII juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kesejahteraan nelayan di Pulau Natuna dan sekitarnya, “Masalah di Natuna adalah nelayan kesulitan menjual hasil tangkapan mereka. Para nelayan di wilayah itu kerap menjual tangkapannya kepada nelayan asing,”ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo. Ia meminta pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas, yang memungkinkan nelayan menjual tangkapannya dengan mudah, dan mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual hasil laut.

 DPP LDII juga meminta kepada pemerintah Indonesia, untuk mengintegrasikan pengawasan Laut Natuna dengan mengintegrasikan teknologi dengan drone atau pesawat nirawak yang dikontrol dari darat dan kapal perang. Cara ini jauh lebih efisien dalam memantau pergerakan kapal nelayan maupun kapal laut asing, demikian penjelasan Prasetyo Soenaryo.

 Semenatara itu Profesor Singgih Trisulistyono, guru besar Sejarah Universitas Diponegoro Semarang, menyatakan  hingga abad XX kepulauan dan karang di kawasan Kepulauan Spratlys dan Paracels merupakan terra nullius, atau wilayah yang tidak ada pemiliknya atau dalam sistem hukum barat disebut “nobody’s land”, tidak diduduki dan tidak diklaim oleh negara manapun. Pemukiman nelayan yang bersifat musiman (seperti yang menjadi dasar klaim Cina) dan eksplorasi pertambangan komersial (seperti dasar klaim Filipina) bukanlah merupakan sebuah pendudukan, paling tidak oleh sebuah negara.

 “Memang pada tahun 1947 China meneluarkan peta yang memasukkan kawasan ini  sebagai wilayah mereka, namun tidak dengan koordinat yang jelas dan hanya di atas kertas saja,”kata Singgih. Dengan demikian klaim historis yang bersifat kontemporer tanpa dasar yang jelas tidak memiliki basis legal yang kuat. Menurut Singgih, bahwa pemerintah China lebih menonjolkan kekuatan militer namun dibungkus dengan diplomasi yang ambivalen. Diplomasi boleh menunjukkan pasang surut namun penguasaan atau pendudukan terus berjalan.
 
Bahkan Singgih menyatakan China bukanlah bangsa dan negara yang pertama-tama menjelajahi kawasan Laut China Selatan. Pelayaran Nusantara – China justru dirintis oleh orang-orang dari Nusantara, sejarah abad ke-5 masehi utusan-utusan dagang dari berbagai kerajaan di Nusantara sudah datang di China, misalnya dari Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Melayu, dan sebagainya. Tak satu pun ada berita bahwa China melakukan pelayaran ke Nusantara.

 Pelayaran orang India dan Arab ke China juga memanfaatkan pandu dari orang Nusantara. Para pendeta China yang pergi ke India via Nusantara juga hanya menumpang kapal-kapal Nusantara atau pun kapal-kapal India. Palayaran China ke laut selatan kurang lebih baru intensif sejak abad ke-11 setelah mereka belajar perkapalan dari Nusantara yang datang ke pelabuhan pelabuhan mereka. Ingat bahwa ekspedisi alut selatan dinasti Yuan dapat dengan mudah dikalahkan oleh Kertanegara (Singasari) dan Raden Wijaya (Majapahit) pada abad ke-13.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 470 kali di 2014. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 8 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

1Syawal 1435H

الله اكبر الله اكبر  الله اكبر،  لا اله الا الله هو الله اكبر، الله اكبر والله الحمد.
Hari ini sejak awal puasa , telah 29 hari kira berpuasa ( untuk yg memulai puasa mengikuti hasil sidang ishbat yang diumumkan pemerintah).
Sebagian orang mulai menanyakan kapankah jatuhnya 1 Syawal tahun ini. Bulan Ramadhan atau bual puasa biasanya berjumlah 29 hari dan kadang 30 hari. Tergantung bagaimana kita memutuskan keadaan bulan terhadap matahari.
http://www.makkahcalendar.org/en/visibilityCurves.php.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sholat Idul Adha 1432H : Cermin toleransi beragama


Penyelenggaraan sholat Idul Adha tahun ini yang jatuh tanggal 6 Nov 2011 , salah satunya dilaksanakan oleh Gudep Pramuka Jendral Sudirman, seperti tahun lalu berlokasi di lapangan LCC Kamboja, Depok.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Meningkatkan Kualitas Ketakwaan kepada Allah SWT dengan Silaturohim dan Berbagi Bersama Anak Yatim-Dhuafa

Bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk melakukan koreksi diri, bukan hanya individu namun juga seluruh elemen bangsa. Mengingat Indonesia, sedang mengalami pergeseran-pergeseran nilai, yang kemungkinan nilai-nilai itu kian jauh dari Islam.

Elit politik dikuasai hasrat berkuasa yang besar, yang menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Di sisi lain, masyarakat seperti kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia, yang santun, peduli, dan saling menghormati. Kekecewaan dan kemiskinan menyemai pula radikalisme dalam sebagian diri masyarakat Indonesia yang agamis. Keadaan inilah yang membuat Indonesia seolah terpuruk dan kian jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.

Maka, momen Ramadhan ini dimanfaatkan DPP LDII mengadakan buka puasa bersama dengan para ulama, ormas-ormas Islam lain, pejabat pemerintah, Pangdam Jaya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, anggota legislatif, tokoh-tokoh masyarakat, wartawan media massa dan elemen masyarakat madani lainnya. Ormas yang akan hadir di antaranya MUI Pusat, MUI Provinsi DKI Jakarta, PB NU, PP Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, BKPRMI, dll.

Buka puasa yang dihelat pada 16 Agustus 2011 akan diisi dengan tausiyah Ketua MUI Pusat Prof.Dr.KH.Umar Shihab,MA dan Ketua Ta’mir Masjid Istiqlal Jakarta KH.Adnan Harahap.

“Acara ini dihadiri sekitar 200 orang undangan, baik di ormas Islam, pejabat pemerintah, Kepolisian, TNI, dan pengurus harian serta warga LDII. Selain itu diadakan pula santunan pada anak yatim dan dhuafa untuk berbagi pada sesama” semangat berbagi inilah yang ingin kita syiarkan kepada masyarakat muslim di indonesia ujar KH.Aceng Karimullah,SE selaku ketua panitia Buka Puasa Bersama dan Santunan yang diadakan DPP LDII. Menurut Aceng, acara ini diharapkan dapat menjalin silaturahim antar ormas Islam, sekaligus sebagai koreksi diri untuk meningkatkan kualitas iman.

Dari keimanan itu tumbuh ketaqwaan, yang selalu mendekatkan hamba dengan Allah SWT. Dengan demikian setiap langkah, pemikiran, dan kata selalu mencerminkan prilaku seorang muslim, baik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, “Apa yang kita saksikan, keterpurukan bangsa ini terjadi karena mereka yang mengemban amanah jauh dari nilai-nilai agama, mereka yang memeluk Islam berperilaku tak Islami,” ujar Ketua DPP LDII Ir.H.Chriswanto Santoso,MSc.

Koreksi diri di saat Ramadhan ini menjadi sangat penting, menurut Chriswanto Santoso, agar bangsa ini tidak kian terpuruk dalam dekadensi moral. Inilah saat yang tepat untuk menyemai kembali akhlaqul karimah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, bagaimana beliau sebagai pemimpin dan sebagai umat Islam. “Kejujuran, amanah, dan kesederhanaan serta etos kerja Rasulullah selalu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pemimpin maupun sebagai kepala keluarga,” ujar Chriswanto.

Perilaku ini ditiru oleh para sahabat, tabiin,tabi’ahum, dan para ulama faqih setelah beliau, yang membuat Islam menyebar ke seluruh dunia. Bila ini dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Chriswanto, bangsa ini akan keluar dari keterpurukan. Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk menghilangkan hal-hal yang negatif dari individu, dan kesempatan terbaik untuk membangkitkan potensi positif dalam setiap individu untuk menguatkan iman dan taqwa.

Acara ini juga dimanfaatkan DPP LDII untuk menjalin silaturahim dengan ormas Islam dan pemerintah, agar saling mengenal, agar tumbuh saling pengertian, dan menciptakan kerjasama yang baik antar semua elemen masyarakat, untuk menciptakan Indonesia dan kehidupan beragama yang lebih baik.

Selain itu, acara buka puasa dan santunan kali ini juga adalah acara syukuran HUT ke-66 kemerdekaan Republik Indonesia. Tugas kita sebagai bagian komponen bangsa ini adalah merawat Indonesia dengan mengisi dan berperan aktif. Umat Islam jangan menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perhelatan ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan 1432H yang diadakan LDII di seluruh Indonesia yaitu pengajian setiap malam di majelis-majelis taklim dan masjid-masjid, menyiapkan dan membagikan ta’jil, pengajian I’tikaf dalam 10 malam terakhir di bulan Romadhon dalam meraih pahala lailatul qodar.

Dalam kesempatan ini LDII juga mensosialisasikan program 5 sukses Ramadhan yaitu sukses puasa, sukses tarawih, sukses khatam membaca Al Quran, sukses zakat fitrah, dan sukses meraih lailatul qodar.

Menurut H.Chriswanto, dalam bulan Romadhon ini dimana kran pahala dibuka dengan deras, maka selayaknya kita umat Islam meningkatkan dan mengepolkan amal-amal sholeh seperti membaca Al Qur’an, sholat-sholat sunnah, shodaqoh, berdoa, dzikir, memohon ampunan-Nya dan amalan amalan baik lainnya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Selamat Datang Ramadhan 1432H

Kemuliyaan Ramadhan, itulah tema pengajian bulanan Ulama dan Umaro Kota Depok yang dilaksanakan di Gedung MUI Kota Depok, Jl. Nusantara Raya, Depok Jaya.
Pengajian kali ini agak berbeda tampilannya, karena para prisawan tidak duduk di karpet lantai , tetapi duduk di kursi lipat yang diberi penutup kain putih. Terasa seperti dalam acara hajatan khusus.
Memang dikhususkan, karena pengajian ini menyambut datangnya Ramadhan tahun 1432H. Sesuatu yang memang pantas dikhususkan mengingat kekhususan Ramadhan dibanding bulan-bulan lain.
Ramadhan adalah satu-satunya nama bulan yang disebut langsung didalam ayat Al-Qur-an , begitu awal penyampain Ketua Umum MUI Kota Depok.
Dalam kesempatan tersebut , Wakil Walikota (yang juga masih sebagai sekertaris umum MUI Kota Depok) menyampaikan pentingnya para Da’i untuk ikut menyiarkan dakwah yang berkaitan dengan lingkungan hidup, karena pada dasarnya Islam tidak hanya peduli pada masalah ubudiyah lillah, tetapi juga masalah kebaikan lil ‘alamiin.
Penulis merasa bersyukur bila memang MUI Kota Depok didorong untuk ikut mengajak masyarakat peduli pada lingkungan,seperti yang juga telah dihimbau dan menjadi program DPW LDII Jawabarat dalam LDII Go Green.
Semoga Kota Depok bisa menjadi kota hijau penyangga Metropolitan Jakarta.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar